Kebijakan pelatih Brasil Carlos Dunga yang meninggalkan sepakbola indah demi mengejar kemenangan kembali mendapat kritikan. Mantan ujung tombak andalan Belanda Johan Cruyff menilai Brasil merupakan tim yang membosankan selama Piala Dunia 2010.

Kendati mencatat kemenangan 3-0 atas Cili di 16 Besar, Cruyff mengaku sama sekali tidak terkesan dengan performa Brasil. Legenda sepakbola Belanda itu menegaskan tak akan mengeluarkan uang untuk membeli tiket pertandingan Brasil.

“Saya tidak akan pernah membeli tiket untuk menyaksikan pertandingan Brasil kali ini. Kemana Brasil yang kita kenal selama ini di Piala Dunia sekarang,” cetus Cruyff kepada suratkabar Mirror.

“Saya membandingkan tim ini dengan era Gerson, Tostao, Falcao, Zico atau Socrates. Sekarang saya hanya melihat Gilberto, Melo, Bastos, dan Julio Baptista.”

“Kemana sihir Brasil? Saya mengerti tentang pemilihan pemain yang dilakukan Dunga. Tapi mana pemain yang bisa menjadi playmaker atau mempunyai skill lebih di sektor tengah? Saya pikir tidak ada orang yang mau menonton pertandingan mereka.”

“Brasil harus bermain lebih hebat lagi, lebih menggigit, karena mereka tidak spesial. Mereka seperti tim lainnya di Piala Dunia ini.”

“Fans selalu ingin menikmati permainan Brasil, menikmati fantasi permainan mereka di setiap Piala Dunia. Tapi mereka tidak memperlihatkannya sekarang.”

“Mereka mempunyai banyak pemain bertalenta, tapi justru menerapkan permainan lebih bertahan, dan sama sekali tidak menarik. Padahal banyak orang ingin melihat permainan indah mereka.”

Janackovic Diproyeksikan Bawa Persib Juara Asia

Kendati manajemen klub Persib Bandung belum mengambil keputusan apa pun mengenai masa depannya, pihak konsorsium ternyata sudah menyiapkan proyeksi jangka panjang di balik kedatangan pelatih asal Prancis, Darko-Daniel Janackovic ke Bandung. Pihak konsorsium mengharapkan, dalam empat tahun ke depan, Janackovic bisa membawa Persib menjadi juara di pentas Asia.

Setidaknya, proyeksi jangka panjang tersebut disampaikan salah seorang anggota konsorsium, Ari D. Sutedi pada konferensi pers yang digelar di kantor Klub Persib, Jln. Sulanjana No. 17 Bandung, sesaat setelah Janackovic tiba di Bandung, Senin (28/6). Selain Ari dan Janackovic, dalam konferensi pers tersebut hadir juga Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) dan Manajer Persib, H. Umuh Muchtar dan jajaran direksi lainnya.

“Dari 7 nama pelatih yang disodorkan, akhirnya kami memilih Darko, karena kita menilai dialah yang paling cocok dengan program Persib untuk menjadi juara Asia dalam empat tahun ke depan. Karena programnya sangat terukur, kita bisa menagihnya jika ia gagal,” kata Ari.

Dikatakan Ari, pemilihan Janackovic sebagai calon pelatih Persib pada musim depan juga tidak terlepas dari rekomendasi pelatih kondang yang pernah menangani Meksiko, Kosta Rika, dan Cina di putaran final Piala Dunia, Bora Milotinovic. “Kita juga mendapatkan rekomendasi dari Bora Milotinovic,” tegas Ari.

Ari mengatakan, jika sudah menjadi pelatih Persib, Janackovic akan diberi kebebasan seluas-luasnya untuk memilih dan menentukan pemain yang sesuai dengan kebutuhannya. “Kewenangan pemilihan pemain ada di tangan pelatih. Tetapi, pelatih akan tetap menerima masukan dari manajer,” ujar Ari.

Status peninjau

Sementara itu, Manajer Persib, H. Umuh Muchtar kembali menegaskan, status Janackovic masih sebagai calon pelatih Persib pada musim depan. Dikatakan Umuh, Janackovic juga tidak akan terlibat langsung dalam masa persiapan Persib menghadapi babak 8 Besar Piala Indonesia 2010.

“Besok (hari ini, red), Darko akan menyaksikan sesi latihan pagi Persib. Tapi, statusnya hanya sebagai peninjau yang cuma mengamati. Dia tidak akan menyentuh tim sedikit pun,” kata Umuh yang belum mau membicarakan masa depan Janackovic di Persib.

Setelah mengamati sesi latihan pagi Eka Ramdani dan kawan-kawan, Janackovic rencananya akan bertemu dengan seluruh anggota tim pelatih Persib untuk berdiskusi tentang kondisi tim terkini.

Source: GM